Monday, August 6, 2012
Sunday, July 15, 2012
How do we (really) read the Quran?
I covered Al muzzammil (Quran 74) few weeks ago. I thought I'll share some of it here.
"O you who wraps himself [in clothing],Arise [to pray] the night, except for a little -Half of it - or subtract from it a littleOr add to it, and recite the Qur'an with measured recitation.
There are many things to reflect on just this 4 verses but I just want to touch on the Quran bit. This Surah was one of the earliest Surah revealed. And it contains the command to pray and recite the Quran for half of the night, add or subtract a little. Interestingly, at this stage, The Quran only consisted of 2 Surahs. If The Prophet and the Sahabats used that much time to read and reflect on 2 Surahs, how much time do we give ourselves, average Muslims to read and reflect on what we read? Not to mention the spiritual closeness they feel waking up at night when there are no distractions and no one to notice. It really makes you wonder if you really have given the Quran the attention & respect that it deserves.
This is more than just reading the translation or Tafsir. It's much deeper than that.
This is more than just reading the translation or Tafsir. It's much deeper than that.
The Ayah continues:
Indeed, We will cast upon you a heavy word.Indeed, the hours of the night are more effective for concurrence [of heart and tongue] and more suitable for words.
May Allah make our hearts a living receptacle for what we read in the Quran. Ameen.
And Allah knows best.
Saturday, July 14, 2012
Persiapkan dirimu wahai pendakwah!
Hari ini sebelum pulang ke rumah, setelah paginya bersilaturrahim dengan seorang sahabat, aku singgah sebentar di rumah seorang sahabat yang lain untuk mengambil kiriman barang. Sedang menunggunya di luar bangunan, tiba2 seorang wanita keluar dari bangunan yang sama dan menyapaku dengan ramah. Dia seorang wanita Czech, ku kira umurnya sekitar 30-40an tetapi fasih berbahasa Inggeris. Dia tahu aku belajar medic di sini dan dia tahu aku dari Malaysia, mungkin kerana biasa melihat atau mungkin kerana ada berbicara dengan teman2ku yang lain disini.
Tidak sampai 5 minit kami berbual, tiba2 dia bertanya kepadaku: " I would like to ask you something, maybe you know because you study medicine". "Yes,sure, you may ask" aku menjawab sambil tersenyum. "Is taking antidepressant dangerous?" dia bertanya. Aku sedikit terkejut kerana ditanya soalan sebegitu, tapi aku berusaha kekalkan ketenangan di wajah, lalu aku menjawab: "If you take it in the correct dose,it is not dangerous but it may have some side effects". Wajah wanita itu sedikit berubah, ada riak kerisauan di situ..Aku memberanikan diri bertanya lanjut: "are you taking antidepressant?" Dia menjawab:"No, my son.."
Lalu dia membuka cerita, kisah anak lelakinya yang baru ditinggalkan kekasih ketika sedang tinggal hanya 2 lagi exam untuk menyelesaikan kuliah undang-undang. Aku jadi teringat,sekarang memang musim exam disini.. Bakal peguam rupanya anaknya, tetapi bila jadi begini, anaknya tidak dapat belajar kerana tertekan dan dia khuatir anaknya tidak akan dapat graduate.. Dalam keadaan hampir menangis, dia juga bercerita yang anaknya ingin bunuh diri..
Aku bagaikan terkelu lidah, tidak tahu perkataan apa yang harus aku ucapkan untuk menenangkan wanita ini. Kaget. Tidak menyangka berdepan situasi ini. Aku hanya mampu mengusap lengannya dan memberi cadangan untuk membawa anaknya ke hospital dan memberi keyakinan padanya mungkin anaknya boleh meneruskan lagi pengajian. Dan kemudian suasana menjadi diam, dia menahan rasa sedihnya dan takungan airmatanya dari menitis dan aku terus diam..
Aku cuba ingin bicara lebih lanjut ketika tiba2 orang yang ditunggu wanita ini datang, maka dia pun mengucapkan terima kasih padaku, mungkin kerana mendengar sebentar luahan hatinya, lalu mengucapkan selamat tinggal.Setelah itu, sahabatku turun.Aku mengambil kiriman barang darinya dan meminta diri untuk pulang.Dalam perjalanan pulang aku sedih sendirian.. 'apa yang aku telah lakukan hari ini!?' ketika peluang dakwah begitu terbuka luas, aku kekeluan lidah!..T_T
Bukan mudah seseorang menceritakan kesedihan dan masalah diri kepada orang asing!..menceritakan kesusahan hati kepada orang asing..Aku sangat asing bagi dirinya,aku bukan sebangsa dengannya, bukan orang negerinya, bahkan baru kali pertama aku berjumpa dengannya, itupun tidak lebih dari sepuluh minit kami berbual bicara..tapi dia membuka kisahnya padaku.. mungkin kerana aku bertudung, dia merasakan keamanan, rasa selamat untuk bercerita, mungkin meminta aku menenangkan, tapi aku..dek kerana kelemahan diri, kurang praktis dakwahnya, lagi kurang bicara dakwahnya dalam bahasa Inggeris tidak mampu membantu wanita ini..T_T astaghfirullahal'azhim...ampunkan hambaMu ya Allah..aku sangat sedih..
Aku ingin sekali bicara seperti ini kepada wanita itu: "Dont worry, there is no problem that cannot be solved.. There will be a way out of this problem..Do you believe in God..? God will help you..He is the Almighty, He is very Powerful..He will help you.." Ingin sekali bicara ini menenangkannya..
How I wish I could be more fluent at that time..T_T
Tidak mengapa, tak usah menyesali apa yang telah terjadi. Semuanya ada hikmah didikan yang Allah ingin beri. Peristiwa hari ini menjadi pengajaran buatku: 'bahawa kamu sebagai seorang pendakwah, orang yang berjalan dengan membawa syiar Islam melalui tudungmu, haruslah mempersiapkan dirimu dari segala hal! Harus lancar percakapanmu, harus fasih bahasa Inggeris untuk dakwahmu, harus luas pengetahuan dan ilmumu! Harus pandai menenangkan saat diperlukan. Harus semuanya! Jangan kerana sifatmu yang bermalas malasan mempersiapkan diri, Islam tersimpan, tidak tersebar..!'
Ya Allah, ampunkanlah kesalahan dan kelemahan hambaMu ini..
Ya Allah hiasilah hamba dengan hiasan iman,
dan jadikan hamba orang yang terhidayahi dan mampu menyampaikan hidayah..
Berikanlah petunjuk dan hidayahMu kepada wanita itu..ya Allah..
Ameen Ya Rabbal 'Alamin..
Tidak sampai 5 minit kami berbual, tiba2 dia bertanya kepadaku: " I would like to ask you something, maybe you know because you study medicine". "Yes,sure, you may ask" aku menjawab sambil tersenyum. "Is taking antidepressant dangerous?" dia bertanya. Aku sedikit terkejut kerana ditanya soalan sebegitu, tapi aku berusaha kekalkan ketenangan di wajah, lalu aku menjawab: "If you take it in the correct dose,it is not dangerous but it may have some side effects". Wajah wanita itu sedikit berubah, ada riak kerisauan di situ..Aku memberanikan diri bertanya lanjut: "are you taking antidepressant?" Dia menjawab:"No, my son.."
Lalu dia membuka cerita, kisah anak lelakinya yang baru ditinggalkan kekasih ketika sedang tinggal hanya 2 lagi exam untuk menyelesaikan kuliah undang-undang. Aku jadi teringat,sekarang memang musim exam disini.. Bakal peguam rupanya anaknya, tetapi bila jadi begini, anaknya tidak dapat belajar kerana tertekan dan dia khuatir anaknya tidak akan dapat graduate.. Dalam keadaan hampir menangis, dia juga bercerita yang anaknya ingin bunuh diri..
Aku bagaikan terkelu lidah, tidak tahu perkataan apa yang harus aku ucapkan untuk menenangkan wanita ini. Kaget. Tidak menyangka berdepan situasi ini. Aku hanya mampu mengusap lengannya dan memberi cadangan untuk membawa anaknya ke hospital dan memberi keyakinan padanya mungkin anaknya boleh meneruskan lagi pengajian. Dan kemudian suasana menjadi diam, dia menahan rasa sedihnya dan takungan airmatanya dari menitis dan aku terus diam..
Aku cuba ingin bicara lebih lanjut ketika tiba2 orang yang ditunggu wanita ini datang, maka dia pun mengucapkan terima kasih padaku, mungkin kerana mendengar sebentar luahan hatinya, lalu mengucapkan selamat tinggal.Setelah itu, sahabatku turun.Aku mengambil kiriman barang darinya dan meminta diri untuk pulang.Dalam perjalanan pulang aku sedih sendirian.. 'apa yang aku telah lakukan hari ini!?' ketika peluang dakwah begitu terbuka luas, aku kekeluan lidah!..T_T
Bukan mudah seseorang menceritakan kesedihan dan masalah diri kepada orang asing!..menceritakan kesusahan hati kepada orang asing..Aku sangat asing bagi dirinya,aku bukan sebangsa dengannya, bukan orang negerinya, bahkan baru kali pertama aku berjumpa dengannya, itupun tidak lebih dari sepuluh minit kami berbual bicara..tapi dia membuka kisahnya padaku.. mungkin kerana aku bertudung, dia merasakan keamanan, rasa selamat untuk bercerita, mungkin meminta aku menenangkan, tapi aku..dek kerana kelemahan diri, kurang praktis dakwahnya, lagi kurang bicara dakwahnya dalam bahasa Inggeris tidak mampu membantu wanita ini..T_T astaghfirullahal'azhim...ampunkan hambaMu ya Allah..aku sangat sedih..
Aku ingin sekali bicara seperti ini kepada wanita itu: "Dont worry, there is no problem that cannot be solved.. There will be a way out of this problem..Do you believe in God..? God will help you..He is the Almighty, He is very Powerful..He will help you.." Ingin sekali bicara ini menenangkannya..
How I wish I could be more fluent at that time..T_T
Tidak mengapa, tak usah menyesali apa yang telah terjadi. Semuanya ada hikmah didikan yang Allah ingin beri. Peristiwa hari ini menjadi pengajaran buatku: 'bahawa kamu sebagai seorang pendakwah, orang yang berjalan dengan membawa syiar Islam melalui tudungmu, haruslah mempersiapkan dirimu dari segala hal! Harus lancar percakapanmu, harus fasih bahasa Inggeris untuk dakwahmu, harus luas pengetahuan dan ilmumu! Harus pandai menenangkan saat diperlukan. Harus semuanya! Jangan kerana sifatmu yang bermalas malasan mempersiapkan diri, Islam tersimpan, tidak tersebar..!'
Ya Allah, ampunkanlah kesalahan dan kelemahan hambaMu ini..
Ya Allah hiasilah hamba dengan hiasan iman,
dan jadikan hamba orang yang terhidayahi dan mampu menyampaikan hidayah..
Berikanlah petunjuk dan hidayahMu kepada wanita itu..ya Allah..
Ameen Ya Rabbal 'Alamin..
Sunday, July 8, 2012
ERTI CUKUP
Hari ini aku keluar membeli barang rumah dengan papa, seronok sangat sebab jarang papa mengajak aku keluar ke kedai. Hari ini papa kerja separuh hari, walaupun hari ini cuti, papa kata dia ingin menyiapkan kerja yg tak sempat dihabiskan semalam.
Apa yg kami beli hari ini? aku lihat ke dalam bakul yg dibawa oleh papa. Dek kerana terlalu seronok berlari-lari di dalam supermarket ini, aku tak sedar apa yg papa capai di rak-rak. Hmm biar aku "check". Ada timun, tomato, roti, filet ikan dan telur.
"Papa, banyak kita beli barang hari ni?"
Selalunya kalau papa balik kerja, tak bnyak barang yang dibeli. Cukup-cukup utk kami dan mama makan. Tak terlebih tak terkurang.
"Esok cuti, kita suruh mama masak sedap ok?"kata papa sambil menunjukkan ibu jarinya.
"Ok!" aku senyum nampak gigi.
Sambil menunuggu papa bayar, aku duduk bergayut-gayut di tiang besi sebelah "cashier". Ya aku memang aktif, melilau ke sana-sini, mulut pun banyak cakap. Papa hanya tersenyum melihat aku. Aku melihat papa, dari atas ke bawah. Baju papa ada debu. Mungkin dari tempat kerjanya. Kulit papa kemerahan, panas agaknya. Kasutnya ada tanah.
"Jom" kata papa selepas selesai bayar. Aku capai tangan papa. "Jumpa lagi" aku katakan dgn nada gembira kpd mak cik cashier. Kami terus keluar dari supermarket itu. Hari ni cuaca baik, walaupun panas, tapi angin bertiup menyejukkan badanku. Kami berjalan turun ke stesyen metro. Semasa turun tangga, dari jauh aku terlihat seorang pak cik tua, eik kaki dia ada satu je? mulut aku ternganga sekejap, aku tarik tangan papa. "Papa, tu" mulut aku muncung ke arah pak cik itu, bersama-sama telunjukku, ke arah yang sama.
"No, kenapa?" tnya papa.
"Kenapa ada satu?"
Papa mula-mula tak faham, kemudian baru dia tahu."Ohh pak cik tu tak ada satu kaki, orang macam tu kita kena tolong. Susah dia nak hidup, tak dapat jalan senang macam kita. Nah, ambil duit ni. Pergi bagi." Aku ambil syling 50 kc itu, berjalan perlahan kearah pak cik itu dan letakkan ke tapak tangannya. Bezanya saiz tangan aku dgn tangannya, warna pun tak sama. Mungkin pak cik ni banyak berjemur juga, macam papa.
Terima kasih, pak cik tu menganggukkan kepala kepada aku sambil tersenyum. Aku senyum malu-malu. Papa berjalan kearahku, menepuk belakang ku sambil tersenyum. Papa berbual sebentar dengan pak cik itu, tentang apa? aku sendiri tak tahu. Mungkin waktu itu aku masih malu-malu, tak sedar apa yg mereka bualkan.
"Jumpa lagi" kami teruskan lagi berjalan.
Aku sayang papa, Walaupun kami tak hidup sesenang org lain, tapi papa banyak mendidik aku tentang ERTI HIDUP, ilmu yang tak semua org dapat. Papa mengajar aku bahawa ada lagi org lain yang lebih susah. ERTI inilah yg membuatkan hidup aku CUKUP. Alhamdulillah.
Kami berjalan pulang, tak sabar nak tunggu apa yg mama nak masak hari ini ;)
[Cerita ini hanya rekaan,smg bermanfaat insyaAllah]
Monday, June 25, 2012
Syukur kita tak sebanyak kurniaanNya
Teringat semalam, aku merengek dan mengadu padaNya, supaya memberi aku kesenangan masa,
kerana aku janji, aku mahu menggunakan masa itu untukNya,
berzikir padanya, menghafal AlQuran, menelusuri sirah nabawiyah, serta mendekatiNya,
tapi hari ni, aku dapati sebaliknya,
masa yang banyak itu, aku guna entah kemana,
rupanya masa lapang itu membunuh aku,
tiada pembangunan diri yang aku lakukan, mengelamun entah apa-apa, jauh sekali aku dariNya,
entah mana tergadai janji semalam yang aku cagarkan ketika aku mengadu padaNya.
Teringat semalam, aku merengek dan mengadu padaNya, supaya memberi aku keluasan harta,
kerana aku janji, aku mahu menggunakan harta itu untukNya,
bersedekah di tabung-tabung masjid dan surau, memberi kepada yang memerlukan,
tapi hari ini, aku dapati sebaliknya,
harta yang banyak itu, aku guna entah ke mana,
rupanya harta itu merosakkan jiwa aku,
aku membazir kepada yang tak perlu, aku memanjakan diri aku dengan barangan mewah
entah mana tergadai janji semalam yang aku cagarkan ketika aku mengadu..
Teringat semalam,
aku merengek dan mengadu padaNya, supaya memberi aku kesihatan dan kesembuhan,kerana aku janji, aku mahu menggunakan nikmat sihat badan untukNya,
menunaikan haji, menolong dan membantu orang lain, serta meringankan badan beribadah kepadaNya,
tapi harini aku dapati sebaliknya,
nikmat sihat itu, aku guna entah untuk apa,
rupanya kesihatan badan itu melalaikan aku,
aku bermalas malasan serta aku bertangguh melakukan amal, seolah-olah aku yakin, aku sihat selamanya
entah mana tergadainya janji semalam yang aku cagarkan ketika aku meminta kepadaNya.
manusia memang begitu kan? selalu sahaja, berjanji kata-kata manis, demi meraih apa yang kita ingini."Mak, bolehlah.. adik janji adik akan belajar sungguh-sungguh kalau mak belikan adik PS2"
"Ayah, boleh la eh? Kakak janji, kakak balik awal, kalau ayah bagi akak keluar mlm ni.."
"Cikgu, boleh ye...saya janji saya akan belajar sungguh-sungguh lepas ni, kalau cikgu bagi saya outing minggu ni ;P"
Itu bahasa dengan manusia, dengan Allah lebih kerap kita mungkiri, apa yang kita janji..
"Dia lah yang menjalankan kamu di darat dan di laut,sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan bahtera itu pula bergerak laju membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka pun bersukacita dengannya; tiba-tiba datanglah kepadanya angin ribut yang kencang, dan mereka pula didatangi ombak menimpa dari segala penjuru, serta mereka percaya bahawa mereka diliputi oleh bahaya; pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadaNya semata-mata (sambil merayu dengan berkata): "Demi sesungguhnya! jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami dari bahaya ini, kami tetap menjadi orang-orang yang bersyukur"."
tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezaliman di muka bumi, tanpa alasan yang benar....
Yunus , 22-23
Semoga kita selalu ingat lima perkara sebelum lima,
waktu sihat sebelum sakit,
tua sebelum muda
kaya sebelum miskin
masa lapang sebelum sempit
hidup sebelum mati :)
p.s: tentu ada sesuatu yang Allah mahu kita lakukan harini, sebab itu dia masih menghidupkan mu harini
Wednesday, June 20, 2012
Kegagalan Itu Mahar Kejayaan
Orang yang berjaya, gagal
berkali-kali. Orang yang kalah, gagal
hanya sekali. Justeru, apabila kita mengalami kegagalan, belajar dan ambillah
ikhtibar daripada kegagalan itu. Insya Allah, kegagalan itu akan menjadi mahar kejayaan!
Belajar daripada kegagalan
pertama, untuk mencuba kali kedua. Dan belajar pula daripada kegagalan kedua
untuk mencuba kali ketiga. Istiqamah. Pastikan setiap percubaan membawa kita
lebih baik daripada sebelumnya walaupun dalam kadar yang sedikit. Yang pasti
jangan ulangi kesalahan yang sama berulang-ulang kali.
Untuk istiqamah, mulakan dengan
tindakan-tindakan kecil dan ringan dahulu. Kemudian, secara beransur-ansur,
barulah lakukan tindakan yang bertambah ‘berat’ dan lebih sukar. Jangan gelojoh
dan gopoh hingga bertindak di luar batas kemampuan.
Ingat, tindakan-tindakan berkesan
perlu ditangani semacam kita ingin mengoyak sebuah buku tebal..koyak helai demi
helai. Jangan cuba mengoyak sekali gus. Kata orang, jangan naik anak
tangga secara berlari!
Kuatkan iman (keyakinan) kita
kepada Allah melalui ibadah-ibadah asas. Selalu ‘berdialog’ dengan-Nya melalui
solat & munajat. Pinta kepadaNya kekuatan. Dan sematkan sangka baik dalam diri yang “kita boleh
berjaya!”. Insan yang paling kuat, ialah insan yang mengaku lemah di hadapan
Tuhan iaitu Allah.
Sebenarnya, banyak pelajaran yang
Allah hendak kita fahami apabila Dia mengurniakan kita kegagalan. Mungkin kita
angkuh, lalu digagalkan-Nya kita untuk kembali tawaduk. Mungkin kita alpa, lalu
kegagalan itu akan mengingatkan kita semula. Atau mungkin Allah hendak
menganugerahkan kejayaan lebih besar, maka kegagalan yang kecil itu ditakdirkan
berlaku supaya kita lebih bersedia untuk mencapai kejayaan yang lebih besar.
Ingatkan diri kita selalu bahawa
kejayaan yang diraih selepas mengharungi kesusahan itu adalah lebih selamat,
lebih membahagiakan dan lebih mengajar kita erti bersyukur. Apabila sesuatu itu
diperoleh dengan jalan kesusahan ( terpaksa menempuh kegagalan dahulu), kita
akan menghargai sesuatu itu. Lihat bagaimana para sahabat Rasulullah SAW begitu
berhati-hati menjaga dan menghargai iman dan islam mereka. Mengapa? Kerana
mereka mendapat iman dan Islam dengan cara yang susah.
Raikan kejayaan
Apabila kita mendapat kejayaan
yang kecil sekalipun, raikan lah kejayaan itu.
Jangan beranggapan, kejayaan itu cuma kecil dan tidak ada apa-apa
signifikannya. Sedangkan, hanya apabila kejayaan yang kecil dihargai dan
disyukuri barulah kejayaan yang lebih besar akan menjelma. Ya, barangsiapa yang
tidak bersyukur dengan yang sedikit, sekali-kali tidak akan bersyukur dengan
yang banyak.
Dan jika kita gagal juga setelah
berkali-kali mencuba, jangan mengalah. Jangan fikirkan kesempurnaan, mulakan
sekali lagi. Beri maaf pada diri sendiri tetapi jangan pula dimanjakan secara
keterlaluan. Bersangka baiklah kepada diri sendiri! Itu penting kerana sangka
baik kepada diri sendiri sangat berkait rapat dengan sangka baik kepada Allah.
Bersedialah menghadapi ‘skrip’
kehidupan yang diluar jangkaan. Kita inginkan putih, tetapi yang hitam pula
menjelama. Cerah yang ditunggu, gelap yang tiba.
Ketika itu, jangan panik.
Ingatkan diri bahawa kita cuma hamba..bukan Tuhan. Sebagai hamba, kita hanya
berusaha mentadbir. Sedangkan pada Allah-lah kemutlakan takdir. Takdir sentiasa
mengatasi tadbir.
Wallahua’lam
~dipetik daripada Buku Nota Fikir Untuk Zikir, oleh Ustaz
Pahrol Mohd Juoi ~
Subscribe to:
Posts (Atom)

